Peluang Buat Industri, Jatim Kelebihan Pasokan Gas 2022-2025

Jakarta, CNBC Indonesia – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut bahwa pasokan gas di Jawa Timur (Jatim) akan bertambah seiring mulai beroperasinya sejumlah proyek gas di wilayah tersebut pada akhir 2021.
Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief S. Handoko mengatakan, pasokan gas yang meningkat tajam tersebut membutuhkan komitmen pasar. Pasalnya, lonjakan pasokan gas tersebut akan berdampak pada kelebihan pasokan gas di Jawa Timur pada 2022 sampai 2025 sebanyak sekitar 200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

“Mengingat tambahan tersebut membuat pada tahun 2022-2025 kawasan tersebut akan kelebihan pasokan gas yang mencapai sekitar 200 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD),” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/04/2021).

Dia mengatakan, tambahan pasokan gas paling besar akan berasal dari Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB).

“Yang kami perkirakan dapat on stream (beroperasi) pada kuartal IV 2021. Proyek ini dapat memasok gas sebesar 192 MMSCFD, di mana nantinya pasokan tidak hanya ke Jawa Timur, namun juga ke Jawa Tengah,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, mulanya proyek JTB yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) ini dijadwalkan beroperasi pada 2020. Namun karena adanya pandemi Covid-19, jadwal operasi diperkirakan mundur ke 2021.

Tidak hanya JTB, SKK Migas juga menargetkan akan ada dua proyek gas lain yang berada di Provinsi Jawa Timur yang mulai beroperasi pada 2021, yakni Proyek Sidayu dan Proyek Bukit Tua Phase 2B.

“Di awal tahun juga telah ada Proyek West Pangkah yang meningkatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Pangkah, sehingga bisa dikatakan jumlah pasokan gas di Jawa Timur untuk 2021 akan tercukupi,” jelasnya.

Melihat potensi pasokan gas ini, SKK Migas mengharapkan agar industri pengguna gas dapat mengoptimalkan kesepakatan bisnis secara adil dan tetap berpegangan pada ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 8 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri ESDM No. 89 Tahun 2020 yang mengatur harga gas untuk industri tertentu di mana harga gas dipatok sebesar US$ 6 per MMBTU.

Menurutnya dengan harga gas dari hulu yang cukup ekonomis, pihaknya berharap agar pemerintah dapat mendorong pertumbuhan industri pengguna gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Supaya potensi gas ini dapat terserap, sehingga mampu menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan multiplier effect yang lebih besar,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga…
Selengkapnya dapar dibaca disini (Sumber) : https://www.cnbcindonesia.com/news/…

5 Prospek Kerja Teknik Industri Dan Gaji Perbulannya

Prospek kerja teknik industri bisa dikatakan sangat luas dan hal tersebut jugalah yang menjadi alasan kenapa jurusannya sangat diminati saat seseorang masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Sebab ada banyak profesi siap Anda lakukan setelah menyelesaikan kuliah serta memiliki gaji cukup besar.

Prospek Kerja Teknik Industri yang Perlu Anda Ketahui
Teknik industri merupakan sebuah ilmu dengan fokus pelajaran tentang berbagai macam aspek dari industri, mulai dari sisi teknis hingga manajemen. Selain itu, dalam sektor pekerjaannya sangat terbuka luas mengingat di Indonesia ada banyak industri maju. Berikut prospek pekerjaannya.

1. Engineering Manager
Engineering adalah sebuah divisi di perusahaan dan memiliki prospek kerja yang bagus pada bidangnya. Jabatan ini bisa didapatkan oleh para mahasiswa lulusan dari jurusan teknik industri. Walaupun, persaingannya cukup ketat, namun tak menutup kemungkinan untuk menjadi bagiannya.

Biasanya, untuk mengisi jabatan tersebut diperlukan seseorang yang berpengalaman dalam bidang teknik industri selama kurang lebih lima tahun. Namun perlu Anda ketahui, bekerja dan menjabat sebagai engineering manager memiliki gaji cukup besar yaitu berkisar 5-10 juta rupiah perbulannya.

Sedang Engineer muda biasanya banyak diisi oleh lulusan teknik sipil karena prospek kerja teknik sipil lebih mengarah ke pelaksanaan kerja lapangan.

2. Project Manager
Prospek kerja berikutnya yang mungkin bisa Anda dapatkan adalah mengisi divisi bagian project manager. Jabatan ini tak kalah menariknya dengan profesi lainnya sebab memiliki tanggung jawab begitu besar terhadap semua aspek industri. Mulai dari perencanaan, kontrol hingga mengatur.

Biasanya, project manager mengatur serta melakukan kontrol terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh bawahannya. Namun, untuk bisa mengisi divisi ini diperlukan sebuah skil komunikasi luar biasa. Selain itu, gaji dibidang ini sangat besar yaitu berkisar 8 hingga 17 juta rupiah perbulan.

3. Quality Controller
Prospek kerja teknik industri berikutnya adalah mengisi divisi quality controller. Dalam jabatan ini tugasnya adalah guna memastikan apakah produk sudah memenuhi persyaratan serta spesifikasi yang ditentukan oleh sebuah perusahaan sebelum dipasarkan.

Pada lulusan teknik industri memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mengisi divisi quality controller atau sebutan lainnya quality engineer di sebuah perusahaan industri. Bicara mengenai gaji, Anda tak perlu khawatir karena jumlahnya cukup untuk menjamin kehidupan yaitu 4-10 juta perbulan…

Selengkapnya dapat dibaca disini
Sumber : https://www.bulanbintang7.com/2021…

Kuliah Jurusan Teknik Industri? Simak 7 Pilihan Kariernya di Sini

Oleh: Shely Napitupulu

Selain jurusan yang terbilang populer di kalangan mahasiswa, teknik industri juga menyajikan beragam prospek kerja yang menjanjikan, lho, bagi lulusannya.
Seiring adanya perkembangan industri dan teknologi di berbagai sektor, jurusan ini semakin banyak dicari dan diminati.
Nah, bagi kamu yang saat ini sedang kuliah atau lulusan teknik industri, yuk pahami apa saja prospek kerjanya di bawah ini!

1. Industrial engineer
Prospek kerja jurusan teknik paling jelas tentunya adalah industrial engineer. Sudahkah kamu mendengar profesi yang satu ini?
Pada dasarnya, melansir Better Team, tugas dan tanggung jawab dari industrial engineer adalah merancang proses produksi dan memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan perusahaan sebelum didistribusikan.
Tidak hanya itu, profesi ini juga bertanggung jawab untuk membuat perkiraan biaya produksi serta mengelola dan menyiapkan laporan produksi.
Jika kamu tertarik untuk terjun ke dalam profesi ini, segera cari lowongan pekerjaan industrial engineer di Glints sekarang juga.
Ada banyak perusahaan yang sedang membuka lowongan tersebut. Jangan sampai kehilangan kesempatanmu, ya!

2. Project manager
Selain prospek kerja yang luas, jurusan teknik industri juga menyajikan jenjang karier yang menjanjikan, lho!
Bagaimana tidak, kamu bahkan bisa menjadi seorang manajer, tepatnya project manager.
Seperti namanya, profesi ini mempunyai tanggung jawab untuk mengatur suatu proyek dalam perusahaan.
Ia harus menentukan tujuan proyek, menjalankannya, kemudian mengevaluasi proyek tersebut dengan saksama.
Jika ingin menekuni profesi ini, sebaiknya kamu harus menguasai kemampuan seperti komunikasi, problem solving, organisasi, dan manajemen waktu.

3. Cost control engineer
Secara garis besar, profesi ini mempunyai tanggung jawab untuk membuat perhitungan biaya, tenaga, dan waktu dalam pembuatan produk.
Itu berarti ia harus membuat budgeting yang tepat supaya biayanya tidak kurang atau bahkan lebih.
Tidak hanya itu saja, cost control engineer juga membuat laporan biaya yang dikeluarkan untuk sebuah produk.

4. Quality controller
Banyak orang menilai posisi ini bisa menjadi prospek kerja bagi para lulusan teknik industri.
Pada dasarnya, tugas dari seorang quality controller adalah memastikan bahwa kualitas produk yang akan dipasarkan sudah terbukti memenuhi standar perusahaan.
Melansir Job Hero, untuk menjalani profesi ini, setidaknya kamu harus menguasai kemampuan berhitung beserta teknikal yang baik.
Pasalnya, seorang quality control harus membuat laporan data-data produk beserta mengukur spesifikasi produk yang layak untuk diproduksi.

5. Data scientist
Mahir dalam bidang statistika dan pengolahan data? Jika ya, jangan ragu untuk menapaki karier sebagai data scientist.
Memang, prospek kerja ini tak eksklusif milik lulusan teknik industri. Akan tetapi, ia bisa menjadi salah satu incaran seiring dengan meningkatnya kebutuhan posisi tersebut.
Menurut Indeed, tugas dan tanggung jawab seorang data scientist adalah mengumpulkan, mengolah, dan menyampaikan data dengan baik.
Pada dasarnya, data tersebut akan digunakan dengan berbagai alasan, seperti bisnis dan performa perusahaan.
Di zaman sekarang, data menjadi salah satu senjata utama bagi perusahaan untuk tetap bertahan dalan dunia bisnis.
Oleh karenanya, data scientist banyak dicari oleh perusahaan.

6. Product manager
Prospek kerja selanjutnya untuk program studi teknik industri adalah product manager. Di era sekarang, profesi ini juga sedang banyak dicari, lho.
Dilansir dari Product Plan, tugas dan tanggung jawab dari product manager adalah membuat konsep, desain, produk sampel, uji coba, hingga produksi produk.
Jadi, secara keseluruhan profesi ini bertugas untuk mengawasi perkembangan produk dari awal hingga akhir proses.
Secara garis besar, profesi ini akan bekerja sama dengan banyak tim, seperti desain, marketing, hingga IT.

7. Market researcher
Nah, selain berhubungan dengan sumber daya manusia dan produk, lulusan teknik industri juga bisa, lho, terjun ke dalam dunia marketing dengan menjadi market researcher.
Secara garis besar, dipetik dari Total Jobs, market researcher bertanggung jawab untuk mengamati pergerakan pasar, memprediksi tren, dan menganalisis data pasar serta konsumen.

Sumber : https://glints.com/id/…

10 Prioritas Indonesia Menuju Industri 4.0


(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia telah menetapkan 10 prioritas nasional menuju Indonesia 4.0 untuk sektor manufaktur.

Hal tersebut diungkapkan dalam Web Summit NEC Industry 4.0. Dengan mengusung tema What’s Next for Digital Transformation in Manufacturing Industry 4.0.

Sepuluh prioritas tersebut antara lain Perbaikan alur aliran material; Mendesain ulang zona industry; Mengakomodasi standar sustainability; Pemberdayaan UMKM; Membangun infrastruktur digital nasional.

Kemudian, Menarik investasi asing; Peningkatan kualitas SDM; Pembentukan ekosistem inovasi; Menerapkan insentif investasi teknologi; dan Harmonisasi kebijakan.

“Kami juga aktif berkoordinasi dan membangun jaringan kerja sama antar pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi ke industri 4.0. Kementerian telah menginisiasi ekosistem industri 4.0 yang disebut dengan Ekosistem Indonesia 4.0 (SINDI 4.0) sebagai wadah sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan sektor lain, termasuk pelaku industri, akademisi dan R&D, penyedia teknis, konsultan dan lembaga keuangan di dalam satu ekosistem,” kata dia dikutip Senin (15/3/2021).

“Dengan semakin banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi digital, Kementerian Perindustrian optimis pada tahun 2021 industri manufaktur di Indonesia akan terus berkembang,” lanjut Menperin.

Sementara itu, Direktur Operasi NEC Indonesia Edi Rachmadi mengatakan, industri 4.0 yang juga dikenal dengan transformasi industri 4.0 akan membantu sektor manufaktur dalam menjawab tantangan yang timbul dari pandemi COVID-19 dengan menyesuaikan dan menerapkan protokol kesehatan, mengoptimalkan dan meningkatkan manajemen proses dan sumber daya manusia melalui sarana digital.

Semakin banyak perusahaan manufaktur telah menerapkan atau menerapkan sejumlah teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data, dan analitik untuk mendorong pertumbuhan dan profitabilitas.

Dengan percepatan digitalisasi dan penyebaran IoT di industri manufaktur, aspek keselamatan, efisiensi pemeliharaan, dan kualitas produk dapat divisualisasikan dan dianalisis berdasarkan data yang dikumpulkan oleh sejumlah besar sensor yang dipasang di berbagai fasilitas dan lokasi pabrik.

“NEC yakin peningkatan penggunaan berbagai jenis data digital akan menciptakan solusi baru yang lebih bernilai. Perusahaan yang dapat memanfaatkan data untuk memberikan nilai yang lebih besar akan menonjol di era baru ini,” kata dia.

Menurut dia, operasi sektor manufaktur sangat kompleks karena melibatkan interaksi manusia dan mesin. Produsen di Indonesia harus berinvestasi dalam transformasi digital dan mengoptimalkan prosesnya agar dapat melanjutkan perkembangannya selama dan setelah pandemi ini.

“Dengan menggunakan AI di…
Selengkapnya dapat dibaca disini

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/…

Industri Baterai Kendaraan Listrik Bakal Dibangun Di Batang, Groudbreaking Akhir Maret 2021

Proyek industri baterai kendaraan listrik segera berdiri di Batang, Jawa Tengah, diawali grounbreaking akhri Maret 2021.

Solopos.com, BATANG — Proyek industri baterai kendaraan listrik segera berdiri di Batang, Jawa Tengah, diawali dengan grounbreaking pada akhri Maret 2021.

Proyek ini merupakan investasi dari LG Energy Solution. Untuk tahap awal, proyek tersebut menyasar kapasitas 10 gigawatt.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan LG Energy Solution akan melakukan groundbreaking untuk proyek industri baterai kendaraan listrik di Batang pada akhir Maret 2021.

“LG yang investasinya US$9,8 miliar mulai groundbreaking di bulan Maret akhir, untuk 10 gigawatt pertama,” katanya dalam Rakernas Kementerian Perdagangan 2021, Jumat (5/3/2021), seperti dikutip Bisnis.com.

Bahlil menjelaskan LG bersama dengan Hyundai, POSCO Group, dan salah satu perusahaan asal China akan bekerja sama dengan BUMN untuk membangun proyek tersebut.

“Mereka kerja sama dengan BUMN Indonesia, yang mulai dari pross tambang, smelternya, baterai cell, mobil, sampai dengan mesinnya,” jelasnya.

Investasi Perusahaan Lain
Di samping itu, Bahlil mengatakan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dan BASF juga sedang dalam proses berinvestasi untuk proyek industri baterai kendaraan listrik.

Seperti diketahui, LG sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perdagangan untuk proyek kerja sama tersebut. Bahlil optimistis investasi LG Energy Solution akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah.

Selain itu, proyek ini bakal menimbulkan multiplier effects serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Melalui proyek kerja sama investasi ini…
Selengkapnya baca disini

Sumber: https://www.solopos.com/joss-industri…

Made Dana Tangkas Siap Majukan IPTEK Melalui Konsep Multiple Helix

Oleh : Helmi Romdhoni

INAnews.co.id , Jakarta – Pada Hearing ke III yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Februari 2021, Made Dana Tangkas memaparkan berbagai terobosan program pengembangan IPTEK.

Antara lain, pengembangan IPTEK bagi ketahanan bangsa.

” Dengan meningkatkan kualitas SDM yang unggul akan menjadi sebuah lokomotif IPTEK, peningkatan fasilitas riset dan inovasi, dan mendorong makin banyaknya ekosistem inovasi,” papar Made Dana dalam siaran rilisnya 3 maret 2021.

Made Dana juga sampaikan melalui kolaborasi Multiple Helix yang bisa menciptakan efek “BIG BANG”, menumbuhkan technopreneur dan star-up, pengumpulan dana inovasi dan riset serta pengembangan teknologi berbasis kearifan lokal.

Dibidang kemajuan seni budaya, Made Dana akan mengaktifkan komunitas dan paguyuban seni ITB, dengan menciptakan ruang kreatif dan inovatif, menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Seni budaya merupakan sarana soft diplomacy internasional dan teknologi untuk menjaga warisan budaya bangsa,” ungkap Made Dana.

Diantara kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) Ikatan Alumni (IA) ITB Made Dana Tangkas termasuk kandidat lebih siap.

Terutama mengenai Hearing ke III yang mengacu pada…
Selengkapnya dapat dibaca disini : https://www.inanews.co.id/2021/03/made…

Ini ‘Sembilan Samurai’ Penghadang Pelaku Industri di Tanah Air

Oleh : Ferdi Rantung
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menyelesaikan berbagai tantangan yang sedang dihadapi pelaku industri di Tanah Air. Langkah ini guna mengakselerasi pengembangan sektor manufaktur nasional agar lebih berdaya saing di kancah global.

“Sedikitnya kami sudah memetakan, ada sembilan tantangan. Kami aktif melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendapatkan jalan keluarnya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (6/3).

Menperin menyebutkan, sembilan tantangan tersebut, yaitu terkait bahan baku dan bahan penolong, infrastruktur, utilitas, ketersediaan tenaga ahli, tekanan produk impor, limbah plastik sebagai limbah B3, kendala sektor industri kecil menengah (IKM), logistik sektor industri, serta mengenai penguatan basis data sektor industri.

“Kami bertekad untuk menjaga industri dapat bahan baku dan bahan penolong, salah satunya adalah pasokan gas,” ujarnya.

Pada Juni 2020, pemerintah merealisasikan penurunan harga gas bumi untuk tujuh sektor industri. Ketujuh sektor itu, yakni industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.

“Terdapat 176 perusahaan dari tujuh sektor yang saat ini mendapat fasilitas penurunan harga gas dengan total volume 957,3 ribu hingga 1,18 juta BBUTD,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, dampak positif terhadap fasilitas penurunan harga gas ini, antara lain beberapa perusahaan mulai merencanakan untuk memperbarui teknologi agar dapat memanfaatkan gas bumi dengan lebih efisien. “Kami juga telah menyelesaikan permasalahan di TPPI,” imbuhnya.

Sementara itu, mengenai tantangan infrastruktur dan utilitas, Kemenperin telah mendorong melalui pembangunan kawasan industri. Selama lima tahun terakhir terjadi pertumbuhan, dari 89 kawasan industri pada tahun 2016 menjadi 128 kawasan industri di tahun 2020.

Selanjutnya, terkait penciptaan tenaga ahli sektor industri yang kompeten, Kemenperin menginisiasi program pendidikan dan pelatihan vokasi yang mengusung…

Selengkapnya dapat dibaca disini
Source : ekbis.sindonews.com

Sertifikasi Insinyur Profesional (Batch 76-78: Maret 2021)


SERTIFIKASI INSINYUR PROFESIONAL

Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI-PII) menyelenggarakan Percepatan Sertifikasi Insinyur Profesional secara online yang dapat diikuti oleh para Alumni Teknik Industri dan para profesional yang bekerja pada sektor industri / manufakturing / enjiniring sistem atau sejenisnya, apapun latar belakang keteknikan/keinsinyurannya, dimanapun mereka berdomisili, baik di dalam negeri maupun luar negeri, silakan mendaftar. Persyaratan utama : Minimal berpengalaman kerja minimal 3 tahun.

Sertifikat Insinyur Profesional , memenuhi persyaratan UU No. 11/2014-Keinsinyuran, untuk memperoleh STRI – Surat Tanda Registrasi Insinyur, legalitas melaksanakan Praktik Keinsinyuran . Sertifikat Insinyur Profesional memperoleh pengakuan MRA (Mutual Recognition Arrangement) dengan Asian Engineering Register (AER) dan Asia Pacific Engineer Register (APEC ER). Berazaskan Self Assesment.
Jenjang Sertifikasi Insinyur Profesional meliputi Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Insinyur Profesional Utama (IPU).

BATCH ke 76 pada 10 Maret 2021
BATCH ke 77 pada 20 Maret 2021
BATCH ke 78 pada 30 Maret 2021

Informasi Pendaftaran :
Fikry Irianto | [email protected]
Catur Hernanto, IPU, ASEAN Eng.| 081311512420 | [email protected]

Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI-PII)
Ruko Kebayoran Center B-4
Jl. Kebayoran No.7
Jakarta 12220
Telp. (021)27082132
www.bkti-pii.or.id

Download PDF : SERTIFIKASI INSINYUR PROFESIONAL ONLINE MARET 2021-EDIT

Menteri BUMN Erick Thohir Blak-blakan Beberkan Ada 3 BUMN yang Akan Bangun Pabrik EV Battery Raksasa

Oleh : Hariyanto
INDUSTRY.co.id – Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan adanya kolaborasi perusahaan pelat merah dalam membentuk perusahaan raksasa baterai (EV battery) mobil listrik di Indonesia.

Tiga BUMN tersebut adalah PT PLN (Persero), PT Inalum (Persero) dan PT Pertamina (Persero) yang rencananya akan menggandeng perusahaan dari luar negeri untuk membangun pabrik tersebut.

Ketiga BUMN ini akan menggandeng melalui LG Energy Solution dan Contemporary Amperex Technology atau CATL. Proyek ini juga akan melibatkan anak usaha MIND ID atau Inalum yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

“Ada yang namanya EV battery. Bagaimana policy pemerintah supaya bisa jadi produsen selain jadi market, bisa dijaga salah satunya nikel. Tak mau dikirim ke luar negeri raw material. Kami diberi kepercayaan, dimana PLN, Inalum, Pertamina akan membuat perusahaan baterai nasional partner dengan CATL dan LG,” kata Erick dalam paparanya di Acara Economic Outlook CNBC Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Selain itu, tambah Erick, beberapa komoditas juga menjadi kekuatan Indonesia dan harganya saat ini terus naik. Harga komoditas yang naik tersebut seperti batu bara, kelapa sawit, karet, dan cacao.

“Jangan lagi komoditas ini hanya dilepas seperti biasa. Value added harus dinaikkan, ekspor digalakkan. Balance ekspor dan hilirisasi, agar saat komoditas tak berpihak ke kita, bisa merasakan value added,” ujar Erick.

Sebelumnya Kementerian BUMN memang tengah membentuk Indonesia Battery Holding (IBH) untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir.

Perusahaan holding yang terdiri dari empat BUMN antara lain…

Selengkapnya baca di : https://www.industry.co.id/read/…
Sumber : industry.co.id

Kemenperin Perkuat Struktur Infrastruktur Mutu Industri Nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan komitmennya dalam upaya mendukung peningkatan daya saing industri guna memacu produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas. Salah satu faktor utama penentu daya saing tersebut adalah kualitas infrastruktur mutu.

“Pembangunan infrastruktur mutu melalui penerapan standar di tingkat nasional diharapkan mampu menciptakan pasar yang kondusif bagi produk-produk dalam negeri, sekaligus melindungi pasar domestik dari produk bermutu rendah,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika membuka Bimbingan Teknis SNI ISO 9001:2015 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (23/2).

Salah satu standar mutu paling mendasar yang diharapkan dapat diterapkan oleh industri nasional adalah SNI ISO 9001:2015, atau lebih dikenal sebagai Sistem Manajemen Mutu (SMM). SNI tersebut secara global telah diakui sebagai pondasi dasar infrastruktur mutu sebuah organisasi, termasuk perusahaan industri.

“Penerapan SNI ISO 9001:2015 di sektor industri diharapkan dapat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi proses, biaya, kepuasan konsumen, serta jaminan kepercayaan terhadap kualitas produk yang dihasilkan,” papar Agus.

Ia menyampaikan, penerapan SNI Sistem Manajemen Mutu dapat mendukung perusahaan industri dalam membangun budaya kerja yang kondusif dan optimal dalam mewujudkan tujuan bisnisnya. “Mohon SNI Sistem Manajemen Mutu tidak dipandang sebagai pekerjaan tambahan yang memberatkan. SNI ini membantu perusahaan untuk dapat menjaga konsistensi secara berkelanjutan dalam proses pemantauan dan pengukuran kinerja,” kata Menperin.

Pelaksanaan bimtek tersebut sekaligus menandai transformasi Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) menjadi Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI).

“Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 107 tahun 2020. BSKJI diharapkan dapat menjadi lokomotif dan koordinator kebijakan jasa industri, khususnya dalam membina dan menggerakkan industri. BSKJI juga diharapkan dapat berperan penting dalam meningkatkan kontribusi dan partisipasi sektor jasa industri dalam Produk Domestik Bruto (PDB) nasional” tutup Agus.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyatakan, Bimtek SNI ISO 9001:2015 diikuti oleh sekitar 1.100 peserta dari seluruh Indonesia, dengan latar belakang berbagai sektor industri dan diadakan serentak di seluruh unit BSKJI Kemenperin, dari Banda Aceh sampai Ambon.

“Seluruh unit BSKJI siap mendukung pemberdayaan industri melalui capacity building bagi industri nasional dalam rangka meningkatkan daya saing dan meningkatkan produktivitas industri nasional,” ujarnya.

Doddy menambahkan, dalam rangka mendukung pembangunan industri di Indonesia, hingga saat ini BSKJI Kemenperin telah memiliki fasilitas 23 laboratorium pengujian yang terakreditasi, 20 laboratorium kalibrasi, 20 lembaga sertifikasi produk, lima lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu, dan 16 lembaga sertifikasi industri hijau. “Fasilitas-fasilitas tersebut telah aktif mendukung penerapan 120 SNI Wajib Bidang Industri yang ditetapkan sampai Desember tahun 2020,” terangnya.

Doddy juga menyampaikan bahwa BSKJI akan terus aktif dalam perumusan, penerapan, pemberlakuan, dan pengawasan standardisasi industri yang mendorong penguatan struktur industri dalam negeri, reutilize industri, dan tentunya menjadi piranti penting dalam agenda substitusi impor komoditas industri.

Sumber : https://www.kemenperin.go.id/artikel/…